Amalan Tukang Pos

Lencho, seorang petani sederhana yang frustasi karena tanaman

jagung dan kacangnya habis digasak badai salju. Saking frustasinya,

akhirnya ia mengirim surat kepada Tuhan karena ia menganggap

hanya Tuhanlah yang bisa menolongnya dari ancaman kelaparan

tahun ini.

“Tuhan”, tulisnya. “Kalau engkau tak menolongku, maka aku dan

keluargaku akan kelaparan tahun ini. Aku membutuhkan seratus

peso agar bisa menanami ladangku kembali dan menyambung

hidup sampai datangnya musim panen, karena badai itu…”.

Ia lalu menuliskan “Buat Tuhan”, di amplop, memasukkan lembar

surat ke dalamnya, dan membawanya ke kantor pos keesokan

harinya dengan tampang seperti seekor jago kalah perang.

Tukang pos yang membaca surat itu terbahak-bahak. Selama

kariernya sebagai pegawai pos, belum pernah tahu ia dimana

alamat Tuhan. Atasannya pun ikut tertawa, tapi segera serius

kembali begitu menyadari penulisnya tentu seseorang yang tebal

imannya kepada Tuhan. Kepala pos yang baik hati itu bermaksud

membalas surat aneh tersebut. Ia pun kemudian merelakan

sebagian gajinya. Sisanya dimintakan kepada anak buahnya

secara sukarela. Lantaran sulit mengumpulkan seratus peso,

maka apa boleh buat, tujuh puluh peso pun jadi. Lumayan buat

menghibur yang lagi duka nestapa.

Minggu berikutnya Lencho datang lagi ke kantor pos, menanyakan

apakah kiriman Tuhan telah sampai. Dengan puas si tukang pos

memberikannya. Lencho, yang begitu yakin akan kemurahan Tuhan,

tak tampak heran. Ketika membuka amplop wajahnya malah

kelihatan  kerut-marut. Ia lalu menulis lagi surat pendek, dan

seperti sebelumnya,  dimasukkannya surat itu ke dalam amplop.

Setelah ditulis alamat Tuhan,  ditempel perangko dan dimasukkan

ke dalam kotak surat, ia pun mencolot pulang. Kepala pos, yang

merasa bangga telah beramal, bergegas membukanya. Dalam

hati ia membaca, “Tuhan, dari jumlah  yang kuminta, hanya tujuh

puluh peso yang sampai di tanganku.  Kirimkanlah sisanya, sebab

aku sangat memerlukannya. Tapi jangan  Kau kirim melalui pos,

karena semua pegawai pos itu bajingan”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s